Sabtu, 13 Maret 2010

GREBEG BESAR(besaran)kab.demak

Photobucket
Prosesi awal upacara adat Grebeg Besar Demak.

Grebeg Besar Demak diawali
dengan pelaksanaan ziarah
oleh Bupati, Muspida dan
segenap pejabat dilingkungan
Pemerintah Kabupaten Demak,
masing-masing beserta istri/
suami, ke makam Sultan-
Sultan Demak dilingkungan
Masjid agung Demak dan
dilanjutkan dengan ziarah ke
makam Sunan Kalijaga di
Kadilangu. Kegiatan ziarah
tersebut dilaksanakan pada
jam 16.00 WIB; kurang lebih 10
(sepuluh) hari menjelang
tanggal 10 Dzulhijah.
Pasar Malam Rakyat di
Tembiring Jogo Indah
Untuk meramaikan perayaan
Grebeg Besar di lapangan
Tembiring Jogo Indah digelar
pasar malam rakyat yang
dimulai kurang lebih 10
(sepuluh) hari sebelum hari
raya Idul Adha dan dibuka oleh
Bupati Demak setelah ziarah
ke makam Sultan-Sultan
Demak dan Sunan Kalijaga.
Pasar malam tersebut dipenuhi
dengan berbagai macam
dagangan, mulai dari barang
barang kebutuhan sehari-hari
sampai dengan mainan anak,
hasil kerajinan, makanan/
minuman, permainan anak-
anak dan juga panggung
pertunjukkan /hiburan.
Selamatan Tumpeng Sanga
Selamatan Tumpeng Sanga
dilaksanakan pada malam hari
menjelang hari raya Idul Adha
bertempat di Masjid Agung
Demak. Sebelumnya
kesembilan tumpeng terebut
dibawa dari Pendopo
Kabupaten Demak dengan
diiringi ulama, para santri,
beserta Muspida dan tamu
undangan lainnya menuju ke
Masjid Agung Demak.
Tumpeng yang berjumlah
sembilan tersebut
melambangkan Wali Sanga.
Selamatan ini dilaksanakan
dengan harapan agar seluruh
masyarakat Demak diberikan
berkah keselamatan dan
kebahagiaan dunia akhirat dari
Allah SWT. Acara selamatn
tersebut diawali dengan
pengajian umum diteruskan
dengan pembacaan doa.
Sesudah itu kepada para
pengunjung dibagikan nasi
bungkus. Pembagian nasi
bungkus tersebut dimaksudkan
agar para pengunjung tidak
berebut tumpeng sanga. Sejak
beberapa tahun terakhir
tumpeng sanga tidak diberikan
lagi kepada para pengunjung
dan sebagai gantinya dibagikan
nasi bungkus tersebut.
Pada saat yang sama di
Kadilangu juga dilaksanakan
kegiatan serupa, yaitu
Selamatan Ancakan,
selamatan terebut bertujuan
untuk memohon berkah
kepada Allah SWT agar
sesepuh dan seluruh anggota
Panitia penjamasan dapat
melaksanakan tugas dengan
lancar tanpa halangan suatu
apapun juga serta untuk
menghormati dan menjamu
para tamu yang bersilaturahmi
dengan sesepuh.
Slolat Ied
Pada tanggal 10 Dzulhijah
Masjid Agung dipadati oleh
umat Islam yang akan
melaksanakan Sholat Ied, pada
saat-saat seperti ini Masjid
Agung Demak sudah tidak
dapat lagi menampung para
jamaah, karena penuh sesak
dan melebar ke jalan raya,
bahkan sebagian
melaksanakan sholat di alun-
alun. Pada kesempatan
tersebut Bupati Demak beserta
Muspida melaksanakan sholat
di Masjid Agung Demak dan
dilajutkan dengan penyerahan
hewan qurban dari Bupati
Demak kepada panitia.
Penjamasan Pusaka
Peninggalan Sunan Kalijaga
Setelah selesai Sholat Ied di
makam Sunan Kalijaga,
Kadilangu, dilaksanakan
penjamasan pusaka
peninggalan Sunan Kalijaga.
Kedua pusaka tersebut adalah
Kutang Ontokusuma dan Keris
Kyai Crubuk. Konon Kutang
Ontokusumo adalah berujud
ageman yang dikiaskan
pegangan santri yang dipakai
sunan kalijaga setiap kali
berdakwah.
Penjamasan pusaka-pusaka
tersebut didasari oleh wasiat
sunan kalijaga sebagai
berikut ””agemanku, besuk yen
aku wis dikeparengake sowan
engkang Maha Kuwaos,
salehna neng duwur
peturonku. Kajaba kuwi sawise
uku kukut, agemanku jamas
ana. ” Dengan dilaksanakan
penjamasan tersebut,
diharapkan umat Islam dapat
kembali ke fitrahnya dengan
mawas diri/mensucikan diri
serta meningkatkan iman dan
taqwa Kepada allah SWT.
Prosesi penjamasan tersebut
diawali dari Pendopo
Kabupaten Demak, dimana
sebelumnya dipentaskan
pagelaran tari Bedhoyo
Tunggal Jiwo. Melambangkan
“Manunggale kawula lan
gusti”, yang dibawakan oleh 9
(sembilan) remaja putri.
Dalam perjalanan ke
Kadilangu minyak jamas
dikawal oleh bhayangkara
kerajaan Demak Bintoro
“ Prajurit Patangpuluhan” dan
diiringi kesenian tradisional
Demak. Bersamaan dengan itu
Bupati beserta rombongan
menuju Kadilangu dengan
mengendarai kereta berkuda.
Penjamasan pusaka
peninggalan Sunan Kalijaga
dilaksanakan oleh petugas
dibawah pimpinan Sesepuh
Kadilangu di dalam cungkup
gedong makam Sunan Kalijaga
Kalijaga. Sesepuh dan ahli
waris percaya, bahwa ajaran
agama Islam dari Rasulullah
Muhammad SAW dan disebar
luaskan oleh Sunan Kalijaga
adalah benar. Oleh karena itu
penjamasan dilakukan dengan
mata tertutup. Hal tersebut
mengandung makna, bahwa
penjamas tidak melihat dengan
mata telanjang, tetapi melihat
dengan mata hati. Artinya ahli
waris sudah bertekad bulat
untuk menjalankan ibadah dan
mengamalkan agama Islam
dengan sepenuh hati.
Dengan selesainya penjamasan
pusaka peninggalan Sunan
Kalijaga tersebut, maka
berakhir pulalah rangkaian
acara Grebeg Besar DemaK.
(Sumber:www.demakkab.go.id.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar